KESEHATAN KENIKMATAN TERBESAR DALAM HIDUP
oleh M. Mirza Firdaus, M.Psi

Sudah hampir lima bulan masyarakat Indonesia hidup di tengah situasi dan kondisi Pandemi global covid-19. Virus yang mudah menyebar dan membahayakan terlebih bagi beberapa kelompok seperti para lansia, orang dengan penyakit dalam seperti jantung, paru-paru, diabetes dll, serta anak-anak dibawah 10 tahun. Kondisi yang mencekam, menakutkan dan melumpuhkan berbagai sector kehidupan masyarat Indonesia. Terbukti terjadinya kelumpuhan pada sector perdagangan, industry, transportasi hingga sector pendidikan.

Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk memutus penyebaran covid-19, antara lain anjuran untuk melakukan social distancing, yaitu upaya untuk menghindari kerumunan massa, atau kegiatan-kegiatan yang sifatnya melibatkan berkumpulnya masyarakat, seperti penutupan sekolah atau kampus, penutupan pabrik, penutupan acara car free day (CFD), pembatalan acara seminar, rapat, kegiatan olahraga, kompetisi, konser musik, hajatan pernikahan dan lain sebagainya.  Hal ini bertujan untuk mencegah, menahan dan memperlambat penularan virus corona secara massal di Indonesia.

Namun kebijakan social distancing dianggap belum sepenuhnya dipahami secara baik oleh masyarakat sebagai strategi pencegahan penyebaran Covid-19. WHO sebagai organisasi kesehatan dunia menginstruksikan untuk merubah menjadi physical disctancing  agar lebih bisa diterima masyarakat. PemerintahIndonesia akhirnya merubah kebijakan social distancing menjadi physical distancing, dengan catatan masyarakat dihimbau untuk menerapkan perilaku hidup bersih dengan cara selalu menggunakan masker, sering mencuci tangan dengan sabun dan selalu menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain.

Namun tidak dapat dipungkiri, jumlah penderita covid-19 terus mengalami peningkatan. Bahkan di bereberapa kota seperti Surabaya, semarang, Jakarta dan bandung terus melakukan tes swab secara massal yang bertujuan melakukan tracking dan pengelompokkan pasien yang reaktif sehingga  akan dilakukan untuk isolasi diri selama 14 hari.  Virus covid-19 ini memberikan dampak tidak hanya membuat sakit penderitanya, tetapi juga memberikan dampak secara psikologis kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Dampak lain yang dirasakan oleh pasien adalah keadaan saat disolasi, situasi jenuh, jauh dari keluarga selama kurang lebih 14 hari akan membuat mereka bingung, stres dan emosi. Tidak mengherankan jika hasil dari karantina adalah sebagian bisa sembuh, semakin stress, melarikan diri dan sebagian yang lain meninggal dunia.

Kesehatan adalah nikmat Allah yang paling besar dalam kehidupan ini. Nikmat sehat merupakan salah satu indicator kebahagiaan dalam hidup, seandainya seseorang sakit, kita tidak bisa merasakan nikmatnya tidur, nikmatnya makanan yang lezat dan nikmatnya beraktivitas. Apalah artinya kekayaan jika kita sakit, apalah artinya pandai jika kita sakit, apalah artinya jabatan tinggi jika kita tidak bisa merasakan itu semua? Mungkin kita akan tidak peduli dengan biaya yang harus kita keluarkan, berapa pun akan kita upayakan agar kita sehat kembali.

Dalam situasi pandemi ini, banyak orang-orang di sekitar kita yang kurang memperhatikan protokol kesehatan seperti yang telah disosialisasikan pemerintah. Masyarakat juga sudah banyak yang merasa bosan karena terlalu lama dalam keadaan karantina atau lockdown. Masyarakat merasa sehat dan kuat untuk tetap beraktifitas dan menjalankan roda perekonomian. Sehingga banyak terjadi kesenjangan antara pemerintah pusat dengan masyarakat umum, khususnya masyarakat yang bekerja secara harian.

Akhirnya pada akhir Juni pemerintah mulai melonggarkan beberapa sector kehidupan dengan istilah new normal life.  Masyarakat bisa mulai kembali beraktifitas layaknya sebelum pandemi covid-19 dengan beberapa ketentuan baru dengan mengenakan masker saat keluar rumah, dan menjaga pola hidup bersih dan sehat dengan mencuci tangan dengan sabun dan lain-lain.

Dalam konteks pandemic covid-19 ini, kesehatan masyarakat menjadi hal prioritas utama dalam semua sector. Manusia harus bisa mengambil pelajaran  dengan adanya wabah tersebut. Beberapa pelajaran yang bisa kita ambil antaranya adalah pertama, Ke-esaan Allah SWT. Allah menunjukkan kemahagungannya lewat makhluk kecil yang tak terlihat secara kasat mata.  Hanya melalui virus yang Allah kirimkan ke bumi beberapa bulan saja, seluruh lapisan masyarakat dicekam kebingungan dan ketakutan. Fenomena ini memberi pelajaran bahwa betapa sangat mudah bagi Allah untuk menjadikan juga membinasakan alam ini. Bagaimana mungkin manusia berhak sombong terhadap-Nya, sedangkan hanya menghadapi makhluk kecil telah merubah pola kehidupan masyarakat yang telah lama diterapkan.

Kedua, tentang pentingnya kesadaran menjaga kebersihan. Islam mengajarkan kepada umatnya hidup bersih. Ajaran ini dibahas secara khusus dalam kitab-kitab fiqih. Bahkan, selalu diletakkan di awal pembahasan, yakni bab thaharah (bersuci) dari najis dan hadats. Salah satu bentuk bersuci adalah berwudhu minimal lima kali dalam sehari. Bersyukurlahkita  sebagai umat Islam karena segala bentuk ibadahnya memiliki keutamaan terhadap kebutuhan hidup, termasuk kesehatan. Allah berfirman dalam QS-At-Taubah ayat : 107 yang artinya “…dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih”

Ketiga, tentang pentingnya merenungi bahwa tiap manusia amatlah dekat dengan kematian. Sehat, sakit, bahkan kematian adalah kuasa Allah. Kedatangan Covid-19 yang menjadi hantu bagi seluruh manusia sebenarnya sama seperti banjir, gempa bumi, tsunami, tanah longsor, dan jenis bencana lainnya. Kekhawatiran adanya Covid-19 sebenarnya karena takut akan datangnya kematian atas diri manusia. Mencegah atau mengobati adalah kewajiban manusia sebagai makhluk yang berpikir dan menjadi wujud ikhtiarnya. Namun berhasil atau tidak, menjadi takdir yang Allah tetapkan. Manusia tidak dapat mengelak dari apa yang Allah putuskan.   Bahkan setiap memulai shalat kita semua  berikrar akan hidup dan mati adalah milik Allah.

Dari uraian ini penulis mengambil kesimpulan bahwa kesehatan adalah nikmat Allah yang paling besar dalam hidup. Mari kita senantiasa mensyukuri nikmat Allah ini dengan senantiasa memelihara kesehatan tubuh kita dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat sesuai dengan anjuran pemerintah dan ulama, terlebih dalam masa pandemi global covid-19.